Membuat Kalimat dan Paragraf
1. Pilihan Kata
A. Penulisan kata
Baik dan benarnya suatu penulisan kata didasarkan tata ejaan sesuai Puebi. Contoh :
Salah : Pengrajin payung kertas kesulitan mendapatkan bahan baku.
Benar : Perajin payung kertas kesulitan mendapatkan bahan baku.
B. Kata yang lazim
Kata lazim di sini ialah kata yang sering digunakan atau banyak diketahui oleh orang. Contoh :
Salah : Danilla menyarankan Adiknya untuk membeli sparepart motor di kota.
Benar : Danilla menyarankan Adiknya untuk membeli sukucadang motor di kota.
C. Kata yang cermat
Kata yang digunakan tepat dan sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan. Contoh :
Salah : Alfian memohon dan meminta kepada Tuhan supaya diberikan kesehatan.
Benar : Alfian memohon kepada Tuhan supaya diberikan kesehatan.
D. Ungkapan indiomatik
Ungkapan yang sudah senyawa betul, sehingga tidak boleh ditambah atau dikurangi. Contoh :
Salah : Kue klepon dari tepung beras ketan.
Benar : Kue klepon terbuat dari tepung beras ketan.
E. Ungkapan penghubung
Menguhubungkan kata intrakalimat maupun antarkalimat. Contoh :
Asha memasak soto menggunakan bahan – bahan seperti ayam, daun bawang, seledri, dan sebagainya.
F. Kata khusus
Kata khusus yang dimaksud antara lain kami dan kita, secepat mungkin, agar supaya, demi untuk, dan sebagainya. Contoh :
Mari kita selesaikan tugas ini secepat mungkin.
Mari kita selesaikan tugas ini secepat mungkin.
2. Kalimat
A. Kekompakkan dan kesatuan
Jika dalam satu kalimat hanya terkandung satu pokok pikiran atau gagasan. Contoh :
Danilla sedang memasak tom yum untuk keluarga di rumah dengan penuh semangat.
B. Kehematan
Unsur yang bisa dihemat meliputi, pengulangan bagian bagian kalimat, pemakaian hiponimi, dan pemadatan kelompok kata menjadi kata. Contoh :
Salah : Asha mengerjakan tugas itu kemudian mengumpulkan sendiri tugas itu ke ruang guru.
Benar : Asha mengerjakan tugas itu kemudian mengumpulkannya sendiri ke ruang guru.
C. Kevariasian
Untuk menjaga keseimbangan antara jumlah kalimat panjang dan kalimat pendek, kalimat aktif dan pasif, kalimat langsung dan tak langsung. Contoh :
Danilla belum diapresiasi oleh masyarakat kalangan kota.
Danilla oleh masyarakat kalangan kota belum diapresiasi.
Danilla belum diapresiasi oleh masyarakat kalangan kota.
Danilla oleh masyarakat kalangan kota belum diapresiasi.
D. Kesejajaran
Pemakaian kata, kelompok kata, atau bentuk kata di dalam kalimat harus dijaga kesejajarannya. Contoh :
Setelah diproduksi dan dipak, buku-buku itu tinggal dipasarkan ke luar daerah.
E. Penekanan
untuk menegaskan gagasan yang dianggap penting pada bagian bagian tertentu. Contoh :
Aroma makanan membuat saya ingin memakannya, memakannya sedikit saja, memakannya dengan enak.
3. Paragraf
A. Deduktif
Disabilitas dan difabel sama-sama menggambarkan kondisi seseorang yang mengalami kekurangan. Namun, istilah difabel terdengar lebih halus dan sopan untuk menyebut kondisi ini, karena menempatkan penyandang disabilitas sebagai orang lain yang memiliki kemampuan yang sama, hanya saja cara yang ditunjukkannya berbeda. Sementara disabilitas hanya menggambarkan orang yang tidak mampu melakukan suatu aktivitas karena keterbatasan yang ia punya.
B. Induktif
Ini adalah fenomena yang terbilang kompleks, mencerminkan interaksi antara fitur tubuh seseorang dengan fitur masyarakat yang berada di lingkungan tempat tinggalnya. Namun, pengidap disabilitas tentu memiliki kebutuhan yang sama dengan orang yang normal dan sehat, seperti imunisasi, pemeriksaan untuk mengidentifikasi adanya penyakit tertentu dan masih banyak lagi. Sayangnya, masih ada hambatan untuk penyandang disabilitas untuk mengakses layanan kesehatan dan fasilitas umum.
C. Kombinasi atau campuran
Pendidikan yang paling utama bagi anak adalah pendidikan karakter. Dengan pendidikan karakter yang baik, si anak akan mempunyai pondasi karakter dan mental yang kuat. Orang tua dan guru pun bisa bekerja sama untuk membentuk karakter anak. Jika berhasil, orang tua dan guru akan lebih mudah dalam mentransfer ilmu maupun nasihatnya kepada anak. Jadi, pendidikan karakter harus diutamakan dalam pendidikan.
D. Deskripsi
Kamarku mempunyai ukuran 7 m² x 6 m² dengan warna putih gading sebagai warna latarnya. Kamar ini dijejali oleh beberapa perabot kamar, seperti kasur, meja belajar, dan lemari baju. Benda-benda lain pun turut menjejali ruang tempat aku tider tersebut, seperti gitar, tempat cucian baju,komputer, serta rak berisi buku dan CD.



Komentar
Posting Komentar