Analisis Artikel
Perlatihan 1
(1) Tuliskan secara singkat isi wacana tersebut!
Hampir seluruh lembaga pendidikan tinggi yang mengelola disiplin seni, rata-rata dosennya memiliki latar belakang kesenian. Kebanyakan para dosen tersebut lulusan pendidikan tinggi seni yang berada di Yogyakarta, sekarang lebih dikenal Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan Surakarta yang disebut Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Surakarta. Dua lembaga pendidikan tinggi seni ini memiliki umur tua dibanding dengan pendidikan tinggi seni lain di Indonesia.
Tuntutan-tuntunan kerja kesehariannya dalam pengajaran, studi lanjut pascasarjana (yang kesasar), sistem pengumpulan angka kredit kepangkatan yang cenderung mengacu pada karya-karya ilmiah. Setidaknya ada tiga dampak yang dapat mempengaruhi kondisi perubahan tersebut, yaitu : masih tetap konsisten atas profesi kesenimanannya dengan memperkaya pengetahuan lewat persoalan baru yang dihadapi, meningkatkan kebiasaan berkarya seni dengan mengalihkan karya-karya dalam bentuk karya ilmiah yang bermutu, dan kehilangan identitas profesi.
(2) Sebutkan maksud dan tujuan penulis!
Maksud serta tujuan dari penulisan ialah supaya para pengelola seni, seperti mahasiswa dan lainnya dapat tahu apa yang akan terjadi kedepannya kelak. Serta untuk menanamkan mental keilmuan disamping mental kesenaiannya.
(3) Sebutkan topik utama wacana tersebut
Memberikan iformasi mengenai Pentingnya mental keilmuan disamping mental kesenian bagi mahasiswa dan dosen yang bergelut di dunia seni.
(4) Bagaimana sikap Anda terhadap isi bacaan tersebut?
Saya sebagai pembaca berterima kasih kepada penulis sebab saya menjadi tau mengenai pentingnya memiliki mental keilmuan bagi mahasiswa dan dosen yang bergelut di dunia kesenian yang kurang disadari mengenai seberapa pentingnya hal tersebut
Tuntutan-tuntunan kerja kesehariannya dalam pengajaran, studi lanjut pascasarjana (yang kesasar), sistem pengumpulan angka kredit kepangkatan yang cenderung mengacu pada karya-karya ilmiah. Setidaknya ada tiga dampak yang dapat mempengaruhi kondisi perubahan tersebut, yaitu : masih tetap konsisten atas profesi kesenimanannya dengan memperkaya pengetahuan lewat persoalan baru yang dihadapi, meningkatkan kebiasaan berkarya seni dengan mengalihkan karya-karya dalam bentuk karya ilmiah yang bermutu, dan kehilangan identitas profesi.
(2) Sebutkan maksud dan tujuan penulis!
Maksud serta tujuan dari penulisan ialah supaya para pengelola seni, seperti mahasiswa dan lainnya dapat tahu apa yang akan terjadi kedepannya kelak. Serta untuk menanamkan mental keilmuan disamping mental kesenaiannya.
(3) Sebutkan topik utama wacana tersebut
Memberikan iformasi mengenai Pentingnya mental keilmuan disamping mental kesenian bagi mahasiswa dan dosen yang bergelut di dunia seni.
(4) Bagaimana sikap Anda terhadap isi bacaan tersebut?
Saya sebagai pembaca berterima kasih kepada penulis sebab saya menjadi tau mengenai pentingnya memiliki mental keilmuan bagi mahasiswa dan dosen yang bergelut di dunia kesenian yang kurang disadari mengenai seberapa pentingnya hal tersebut
Perlatihan 2
(1) Tuliskan isi artikel tersebut!
Lemahnya kepercayaan umat terhadap sekolah Islam akan mengakibatkan ketertinggalan kualitas sumber daya manusia dan ditambah tidak ada janingan kerja sama antar sekolah Islam. Bertolak dari kenyataan, sekelompok ahli dan praktisi bidang pendidikan mendirikan Konsorsium Pendidikan Islam (KPI) yarg berdiri di kawah YDSF (Yayasan Dana Sosial al Falah) untuk menangani masalah dan meningkatkan kualitas pendidikan.
(2) Beri komentar artikel ilmiah populer tersebut dari segi isi dan bahasanya!
Isi dari artikel tersebut cukup singkat dan padat, namun kurangnya kejelasan sumber serta bukti yang terkait membuat artikel tersebut kurang dalam kejelasannya. Bahasa yang digunakan merupakan bahasa baku, sehingga memiliki makna tertentu dan pembaca pun mudah dalam memahami bahasa yang digunakan oleh penulis.
(3) Cari dua artikel ilmiah populer dari majalah, kemudian beri komentar dari segi isi dan bahasa yang digunakan!
Artikel 1
Membangun Relasi Melalui Komunikasi Personal
Tidak ada orang yang tidak berkomunikasi. Itulah fakta otentik yang menegaskan bahwa manusia tidak lepas dari komunikasi. Melalui komunikasilah manusia berinteraksi dan sosialisasi membangun peradaban. Baik itu verbal maupun non verbal. Orang yang dikatakan “pendiam” pun bukan berarti tidak berkomunikasi. Salah satu contoh orang yang dikatakan pendiam atau tidak banyak bicara akan lebih mudah mengkomunikasikannya lewat tulisan. Jadi jelas komunikasi tidak sebatas berbicara lewat mulut, melainkan melalui banyak cara bisa memberikan pengaruh bagi sekitar. Lewat tulisan ini, saya mencoba berbagi informasi dan membuka wacana bersama supaya melalui komunikasilah kita membangun lingkungan yang beradab. Mengapa ini penting
Pada dasarnya komunikasi adalah alat yang cukup ampuh untuk menciptakan opini. Bahkan komunikasi pun bisa merubah mindset orang (negatif ke positif), ataupun menancapkan pola pikir yang merusak. Buktinya, beberapa kejadian di republik ini tidak lepas dari terbentuknya opini yang bersumber dari komunikasi yang disebarkan. Ini dipandang dari sisi efek negatifnya. Namun tentu saja ada nilai positif dari komunikasi yang dibangun. Kita ambil contoh di dalam sebuah perusahaan yang terdiri dari berbagai macam karakater manusia. Dan tentu saja, membawa gaya komunikasi masing-masing. Sehingga acapkali menimbulkan konflik diantara personal SDM di dalam perusahaan. Dampak dari konflik ini, sudah pasti akan membawa pada situasi ritme kerja yang tidak mendukung. Disisi lain, melalui komunikasilah kita belajar mengenal karakter orang serta menggali sisi batin yang acapkali mengganggu kinerja. Untuk itulah dibutuhkan sikap saling menyelaraskan serta kesediaan diri untuk terbuka memahami ataupun dipahami orang lain.
Pada dasarnya komunikasi adalah alat yang cukup ampuh untuk menciptakan opini. Bahkan komunikasi pun bisa merubah mindset orang (negatif ke positif), ataupun menancapkan pola pikir yang merusak. Buktinya, beberapa kejadian di republik ini tidak lepas dari terbentuknya opini yang bersumber dari komunikasi yang disebarkan. Ini dipandang dari sisi efek negatifnya. Namun tentu saja ada nilai positif dari komunikasi yang dibangun. Kita ambil contoh di dalam sebuah perusahaan yang terdiri dari berbagai macam karakater manusia. Dan tentu saja, membawa gaya komunikasi masing-masing. Sehingga acapkali menimbulkan konflik diantara personal SDM di dalam perusahaan. Dampak dari konflik ini, sudah pasti akan membawa pada situasi ritme kerja yang tidak mendukung. Disisi lain, melalui komunikasilah kita belajar mengenal karakter orang serta menggali sisi batin yang acapkali mengganggu kinerja. Untuk itulah dibutuhkan sikap saling menyelaraskan serta kesediaan diri untuk terbuka memahami ataupun dipahami orang lain.
Karena pada dasarnya komunikasi mencakup banyak sisi kehidupan. Oleh karenanya ada tahapan membangun relasi melalui komunikasi, yaitu pertama, membuka diri. Artinya setiap pribadi manusia memunyai peran penting untuk dikenali dan mengenali. Barangkali disaat kita menyapa terlebih dahulu atau memanggil nama, disitulah tahap paling sederhana bahwa kita sedang membuka diri. Karena disaat membuka diri inilah, gaya komunikasi kita mulai terlihat. Terutama yang menunjukkan sisi keluwesan dan keterbukaan, 2 hal inilah yang tentu saja akan lebih disukai dalam komunikasi sesama manusia. Apabila dilihat dari bahasa tubuh, akan nampak jelas apakah kita pribadi yang terbuka atau tidak. Sadar ataupun tidak kita sudah memosisikan diri melalui bahasa tubuh. Kedua, menyelaraskan dapat dipahami sebagai berdiri sama tinggi duduk sama rendah. Peribahasa ini sangat cocok disematkan, bagi mereka yang mencoba mengedepankan sisi personal psikologis dari keselarasan yaitu kecocokan. Setiap orang memunyai kecocokannya tersendiri, maka dibutuhkan proses penyesuaian agar tercipta sikap saling menghormati dan menghargai. Ketiga, fokus terhadap subjek dan isi (makna yang terkandung di dalamnya) yang didialogkan/dikomunikasikan. Selain subjek, terkadang kita melupakan isi dari pesan yang sedang di sampaikan. Padahal melalui isi pesan inilah, muncul persamaan persepsi. Keempat, empati. Empati dibangun melalui proses panjang, yang mana gerak batin kita mengarah ke dalam hati orang lain. Melalui empati orang akan masuk ke dalam relung hati, mencoba merasakan pikiran, perasaan yang sama. Sebagai contoh seorang front liner memunyai kesulitan dalam memahami pelanggan. Kemudian solusinya adalah seorang front liner tersebut harus menjadi pelanggan terlebih dahulu supaya dapat mengetahui apa saja yang pelanggan ingin pahami. Dalam bahasa lain adalah gunakanlah sepatu sepatu mereka, dan berusaha menikmati apa yang mereka nikmati juga.
Komentar : Menurut saya, artikel di atas mengandung isi yang sangat bermanfaat. Penulis mampu menjelaskan secara baik mengenai pentingnya komunikasi personal dalam membangun relasi. Penjelasan nya diperkuat pula dengan dihadirkannya contoh-contoh masalah yang berhubungan dengan komunikasi personal tersebut. Bukan hanya itu saja, bahkan Penulis juga sukses mengajak pembaca untuk ikut berfikir mengenai pendapat yang ia tuangkan ke dalam artikel. Bahasa yang di pakai pun merupakan bahasa yang mudah dimengerti sehingga inti yang ingin disampaikan penulis dapat di terima dengan mudah. Bahkan maksud dari isi nya pun bisa diterima dengan sangat jelas.
Artikel 2
Bahaya Internet Bagi Remaja



Komentar
Posting Komentar